Mundur Untuk Maju

Tiga tahun lalu ketika saya jadi Ketua divisi Technics Operating and Production di radio komunitas kampus, saya punya list yang harus diselesaikan sebelum masa jabatan berakhir. Seperti mengganti dan menambah komputer, membeli speaker untuk di letakkan di jembatan asmara (jembatan kampus Fisip UNS), streaming radio,  dan masih banyak lainnya. Beberapa list di atas belum sempat saya penuhi karena banyak hal saat itu, dana, permasalahan antar angkatan dan pergantian jabatan yang terlalu memaksakan itupun kehendak saya.

Dua tahun lalu ketika saya menjadi Program Director, saya sempat ingin mengubah beberapa program dan membuat beberapa event besar. Sayannya waktu tidak berpihak cukup lama untuk melaksanakannya. Beberapa kali sempat juga  mengkonsultasikan untuk membuat event besar seperti Pekkom (khusus radio) pada salah satu dosen. Namun, apa boleh buat rencana ini kandas sebelum semua orang pun tau.

I am a prefectionist, hal inilah yang membuat saya berpikir “I didn’t do well“. Mungkin karena sedang kalut saat itu jadi yang saya pikirkan adalah saya adalah orang yang paling bersalah di dunia ini. Namun, akhir-akhir ini saya menyadari bahwa ternyata dulu “I did a right things”. Saya mengakhiri jabatan adalah hal yang paling benar, karena memaksakan kehendak sedangkan diri sendiri tidak bisa menghandle bukan lah hal yang bijaksana. Terlebih ada dan tidak ada saya di situ semua juga akan berjalan lancar. Dalam kata lain angkatan selanjutnya sudah punya tim yang kuat dan sudah bisa mengatasi permasalahan dengan baik.

So, resign is the best way? I said yes! kata yang satu ini mungkin terdengar tidak mengenakkan di mana orang pasti akan memikirkan tentang seorang yang tidak bertanggung jawab atas pilihannya. Namun di balik itu, memaksakan diri sedangkan ternyata sudah tidak ada kapasitas lagi untuk bertindak justru bukanlah hal yang baik.

Sekarang, baru sadar bahwa sedikit demi sedikit list-list yang belum sempat saya penuhi sudah berhasil dipenuhi oleh adik-adik. Jadi keyakinan masa lalu tentang resign semakin kuat. Bahwa resign untuk suatu hal yang lebih besar entah untuk diri sendiri atau untuk suatu tanggung jawab bukanlah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Bisa jasi tindakan tersebut adalah peluang untuk orang lain bisa mewujudkan apa yang kita harapkan.

Today Meet

Hari ini ketemu Wava, Tissa dan Mbah Uti yang mana mereka bisa meledakkan semangatku. Gak perlu dengan kata-kata ‘Semangat ya Ul’ atau ‘Kamu harus kuat, ga boleh down dan males’, namun hanya sekedar cerita-cerita yang menyiratkan semangat mereka masing-masing saja buat saya bangkit lagi.

Cerita tentang teman-teman yang beranjak dewasa karena memikirkan masa depan pernikahan. Cerita tentang teman-teman yang sedang meniti karir. Cerita teman-teman lainnya yang sedang berjuang untuk lulus dan bahkan cerita-cerita ngalor ngidul dari pembahasan hal yang tidak penting seperti k-pop yang berujung pada pembahasan krisis budaya masyarakat dunia dan Indonesia. Atau bahasan projek-projek kemanusiaan yang sangat menyenangkan pun dapat membuat ledakan-ledakan hebat dalam hidup saya.

Well, I think God always listens to my Mom’s pray. Beliau hobi berdoa agar anaknya diberikan lingkungan yang kondusif dan positif, diberikan teman yang punya pemikiran baik dan attitude yang baik, yang bisa menyemangati dan disemangati. So, I don’t need  to be afraid about my old self-conscious.

Thanks gengs, Thanks Mom and Thanks My Biggy Biggy Lord. I can not give anything but my pray and my faithfulness. My love to you as vast as a universe…

Sebuah Tujuan

Suatu hari, ada seorang Ibu yang menceritakan mantan murid suaminya pada seorang anaknya:

Ibu: Tadi Ibu ketemu sama murid ayah loh dik. Dia cerita kalau selalu ingat kalau ayah ngajar itu orangnya tegas dan harus sempurna.

Anak: oh ya… Tapi katanya ayah suka menyesal dengan ilmu yang ia timba selama ini loh Buk, katanya percumah ilmu ayah tidak bisa diturunkan ke orang karena kerjanya bukan di ranah seni lagi.

Ibu : Dia bilang gitu? padahal banyak muridnya yang cerita ke ibu kalau ayah itu ngajarnya asik, bikin anak nakal jadi tidak nakal, bikin anak bolos jadi rajin masuk sekolah. Kata mereka si Ayah memang suka menebarkan kebaikan saat mengajar dulu.

Anak: Sayang sekali ya Buk, Ayah tidak menyadari kebaikan dirinya. Mungkin karena dia tidak pernah mau mengajar ya. Kan dia pernah bilang kalau dia tidak mau mengajar karena banyak peraturan di sekolah. Tapi sekarang bilangnya menyesal karena ilmunya tidak bisa diturunkan ke siapapun. Serba salah deh ya Buk.

Ibu : Itulah dik, kalau kamu selalu bersyukur dan tidak membuat banyak alasan untuk berhenti dan lari dari kenyataan yang ada ya kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan dan impi-impikan. Pokoknya jalani saja terus, ikuti alur yang di buat Gusti. Karena tidak semua alur dan plot ini akan sesuai seperti yang kita inginkan.

Anak : Gitu ya buk,

Ibu : Iya lah. Pokoknya yang terpenting kamu harus punya tujuan yang jelas. Tidak asal jalan! nah kalau tujuan kamu jelas, Gusti juga tidak akan bingung mau mengabulkan permintaan. Tapi ya itu tidak cuma manisnya aja yang disukai, tapi pahitnya hidup kita juga harus suka.

Kisah ini menceritakan seorang bapak-bapak yang bahkan hingga usia tepat setengah abadnya ia tidak mengerti apa tujuan hidupnya. Sehingga ia tidak mengerti apa yang ia inginkan, padahal sebenarnya ia menyimpan banyak sekali bekal untuk berjalan di kehidupan yang fana ini. Tanpa kita mengerti tujuan kita, maka kita juga tidak tau bagaimana dan kapan menggunakan bekal yang  kita miliki.

-Pulie-


"Jadilah orang yang memiliki tujuan"

Anxiety Akibat Alay Mikirin Konfrensi Internasional

It’s been a long time gak nulis harian yang kadang alay kadang juga agak serius tapi ga pernah serius amat. Hari ini tanggal 1 November, selain ulang tahun abang, hari ini adalah H-1nya aku presentasi jurnal di Konfrensi Internasional. Walaupun konfrensi ini bukan sebesar konfrensi Internasional yang diadakan univ dunia, namun tetep aja ini pertama kali aku melangkahkan kaki dan diri ke jalan akademis. Padahal dulu kala semasa masih jadi mahasiswa gak pernah sedetikpun ingin menjalani jalan ini. Contohnya, ikutan riset aja ogah-ogahan, selalu membanggakan lebih keren jadi praktisi radio atau TV atau advertismen dari pada jadi pns, dosen dan kroninya yang cuman akan ketemu mahasiswa dan jadwal yang gitu-gitu aja. Namun sekarang malah jadi belok ke jalan menuju jadi seorang pns dan dosen. Gak dosa sama sekali sih tapi gak nyangka aja.

Wessss, intinya tiga hari belakangan ini aku merasa mengalami stress dan anxiety. Alhasil jadi suka daydreaming berlebihan, sehari bisa daydreaming sampe 9 jam dan abis itu pusing bukan maen. Bingung mau ngapain dan bingung harus nglakuin yang mana dulu. Konsekuensinya, jadi mepet deadline gini revisi jurnal dan bikin PPT.

Selain bingung harus ngapain, ada lagi kebingungan menyebalkan yaitu harus bobo di mana. Pas lagi ga ada uang gini serba ga enak. Mau numpang di rumah temen, padahal aku salah satu tipe orang yang paling ga suka numpang hidup walaupun cuma sehari, tapi kalau ga numpang mau bobo di mana? ga ada pity buat bobo di hotelnya yang kalaupun booking lewat Agoda(dot)com udah mumer sekita IDR 302.000,- which is kalau lagi punya uang pasti dijabanin insyaAlloh juga sih itu ya. Nah permasalahan selanjutnya adalah dia mau pergi ke luar propinsi ToT, which is ga enak kalo maksa buat bilang “please aku bobo di rumah kamu ya, abis kamu pulang deh aku datengnya hehe”, ya kali manusia macam apa eyke ni booo… Walau pada akhirnya dia memperbolehkan, tapi kok ya ga enak banget yaaaa ToT Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik aminnnnn…..

Baiklah, kayaknya kok kekhawatiran eyke ini adalah kekhawatiran yang sama sekali gak intelektual ya. Pada umumnya orang akan memikirkan apakah jurnalku udah siap apa belum. Tapi ya sudahlah berjalan apa adanya ToT….

Sebuah Pengabdian

Right now, I in my duty to do KKN in, Desa Baru, Kecamatan Manggar, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Alhamdullilah dapat teman yang baik dan tidak neko-neko. Mereka orangnya memang agak unik-unik semuanya dan punya satu karakter yang sama yaitu ‘sak penakke dhewe’ atau seenaknya sendiri. Namun, sifat SPD yang kita miliki ini bukanlah sekedar seenaknya sendiri, namun tentunya disertai dengan tanggung jawab masing-masing.

Kami jarang bertengkar masalah dia tidak pernah kerja, dia sukanya kerja yang enak, aku gak cocok sama dia dan alasan-alasan lainnya. Setau kami, setiap orang punya cara kerja yang beda. Hal terpenting bukanlah menyamakan dan mengeneralisirkan cara kerja kami, melainkan bagaimana meraih satu tujuan yang sama walaupun dengan cara yang berbeda. Itulah kami, tim KKN UNS Belitung Timur angkatan pertama.

Mungkin para tetua desa tidak puas dengan cara dan hasil kerja KKN kami karena sebagian besar dari kami adalah anak manja yang sukanya tidur, makan dan main game. Namun jangan sedih, di puncak acara kami berhasil menyita perhatian Bupati Belitung Timur (saat itu Bapak Basuri Tjahya Purnama), beliau bahkan stay tune di pentas seni yang kami adakan walaupun seharusnya di tengah acara rencanya beliau harus cabut untuk menghadiri acara lain di Kecamatan Gantong (Kecamatan sebelah).

Untunglah kami bukan tipe anak-anak yang mudah bersedih dan gundah gulana saat dikatai ‘tim yang menyusahkan’. Tetap kuat seperti macan danone (sebenarnya cuek), jauh dari minder dan patah semangat (kata lain dari muka tembok) dan  yang terakhir keep moving on (yang sejujurnya adalah suka nglayap).

Tidak masalah kalau kita ini anak mama sukanya minta dimanja. Kata orang sana bangun pagi aja kita gak bisa. Suka makan tanpa jeda, habisin lauk gak kira-kira. Tapi ingat satu hal yang paling penting! Walaupun manja, kita suka bertanggung jawab, bikin acara yang paling mantap, ajarin bocah akting, nyanyi, nari tap tap tap tap, giliran dipentasin bikin bupati lupa tancap gasssss… *what do you think about my syllable 😀

Uniknya KKN kami ‘No Cinta-Cintaan’ segala yang terjadi di sana saat itu adalah murni persahabatan dan persaudaraan.

Oh ya kita juga bikin lagi judulnya sebuah pengabdian. Yah berharap bisa di royaltikan hahahaaaa nanti kalau ada waktu pasti ku posting di soundcloud.

Manggar, Belitung Timur.

Tampar Kerasss

Copas dari sebuah akun facebook dosen, cukup menggemparkan jagad para mahasiswa, jika ingin menjadi mahasiswa berjiwa akademis maka postingan ini cocok. Namun, jika ingin menjadi mahasiswa yang kreatif dan ingin kerja di dunia kreatif, postingan ini juga cocok untuk referensi dan menambah khasanah keilmuan mengenai suatu hal yang formal karena anak kreatif kadang juga dihadapkan dengan keadaan yang formal. Nah ini dia kata-kata tamparan dari seorang dosen, coba dibaca dan diresapi.

Inilah ‘Tamparan’

dari Dosen untuk Mahasiswa

Sebuah renungan untuk diri sendiri . Ini cara saya menggampar mahasiswa saya Tulisan dari Bapak I Made Andi Arsana (Teknik Geodesi UGM). Semoga menginspirasi. Tamparan dari dosen untuk mahasiswa ini semoga dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan bekerja keras.

1. Kamu ingin dapat beasiswa S2 ke luar negeri nanti? Pastikan IP di atas 3 dan TOEFL di atas 500! Merasa tidak pinter? BELAJAR!
2. Empat atau lima tahun lagi kamu bisa sekolah S2 di luar negeri dengan beasiswa. Itu kalau kamu tidak cuma twitteran saja sampai lulus nanti.
3. Kamu tidak akan bisa S2 di luar negeri karena akan ditolak profesor kalau nulis email formal saja tidak bisa. Alay itu tidak keren, tidak usah bangga!
4. Tidak usah tanya tips cara menghubungi professor di luar negeri kalau kirim email ke dosen sendiri saja kamu belum bisa. Hey, ganti dulu akun niennna_catique@gmail.com itu!
5. Tidak usah ikut meledek Vicky, kamu saja tidak tahu kapan harus pakai tanda tanya, tanda seru, tanda titik, spasi, huruf besar, huruf kecil di email kok!
6. Mana bisa diterima di perusahaan multinasional biarpun IP tinggi kalau nulis email saja lupa salam pembuka dan penutup
7. Sok mengkritik kebijakan UN segala, dari cara menulis email saja kelihatannya kamu tidak lulus Bahasa Indonesia kok. Tidak usah gaya!
8. Bayangkan kalau kamu harus menulis email ke pimpinan sebuah perusahaan besar. Apa gaya bahasa email kamu yang sekarang itu sudah sesuai? Jangan-jangan bosnya tertawa!
9. Apapun bidang ilmu kamu, akhirnya kamu akan berhubungan dg MANUSIA yang beda umur dan latar belakangnya. Belajar komunikasi yang baik. Jangan bangga jadi alay!
10. Bangga bisa software dan gunakan alat-alat canggih? Suatu saat kamu harus yakinkan MANUSIA akan skill itu. Belajar komunikasi dengan bahasa manusia biasa!
11. Kamu orang teknik dan hanya peduli skil teknis? Kamu salah besar! Nanti kamu akan jual skil itu pada MANUSIA, bukan pada mesin!
12. Kamu kira orang teknik hanya ngobrol sama mesin dan alat? Kamu harus yakinkan pengambil kebijakan suatu saat nanti dan mereka itu manusia. Belajar ngomong sama manusia!
13. Malas basa-basi sama orang yang tidak dikenal? Enam tahun lagi kamu diutus kantor untuk presentasi sama klien yang tidak kamu kenal. Belajar!
14. Malas belajar bikin presentasi? Lima thn lagi bos kamu datang dengan segepok bahan, “saya tunggu file presentasinya besok!”
15. Kamu orang sosial dan malas belajar hal-hal kecil di komputer? Lima tahun lagi bos kamu datang bertanya “cara membesarkan huruf di Ms Word dengan shortcut gimana ya?’ Mau nyengir?
16. Mahasiswa senior, jangan bangga bisa membully Mahasiswa baru, tujuh tahun lagi kamu diinterview sama dia saat pindah kerja ke perusahaan yang lebih bagus
17. Mahasiswa senior, keren rasanya ditakuti Mahasiswa baru? JANGAN! Urusan kalian nanti bersaing sama orang-orang ASEAN dan Dunia. Bisa bikin mereka takut tidak?
18. Bangga bisa demo untuk mengundurkan jadwal ujian karena kamu tidak siap? Kamu itu mahasiswa negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, masa’ urusannya cetek-cetek begitu sih?!
19. Tidak usah lah sok hebat demo nyuruh SBY berani sama Amerika kalau kamu diskusi sama mahasiswa Singapura saja tergagap-gagap
20. Tidak perlu lah teriak-teriak “jangan tergantung pada barat” jika kamu belum bisa tidur kalau tidak ada BB dekat bantal
21. Tentara kita tidak takut sama tentara Malaysia kalau kamu bisa kalahkan mahasiswa Malaysia debat ilmiah dlm forum di Amerika!
22. Tidak perlu beretorika menentang korupsi kalau kamu masih nitip absen sama teman saat demo antikorupsi!
23. Boleh kampanye “jangan tergantung pada barat” tapi jangan kampanye di Twitter, Facebook, BBM, Path dan Email! Memangnya itu buatan Madiun?!
24. Kalau file laporan praktikum masih ngopi dari kakak kelas dan hanya ganti tanggal, tidak usah teriak anti korupsi ya Boss!
25. Minder karena merasa dari kampung, tidak kaya, tidak gaul? Lima tahun lagi kamu bisa S2 di negara maju karena IP, TOEFL dan kemampuan kepemimpinan. Bukan karena kaya dan gaul!
26. Pejabat kadang membuat kebijakan tanpa riset serius. Sama seperti mahasiswa yang membuat tugas dalam semalam hanya modal Wikipedia
27. DPR kadang studi banding untuk jalan-jalan doang. Sama seperti mahasiswa yang tidak serius saat kunjungan ke industri lalu nyontek laporan sama temannya
28. Pejabat kadang menggelapkan uang rakyat. Sama seperti mahasiswa yang melihat bahan di internet lalu disalin di papernya tanpa menyebutkan sumbernya.
29. Alah, pakai mengkritik kebijakan pemerintah segala, bikin paper saja ngopi file dari senior dan ubah judul, pendahuluan sama font-nya
30. Gimana mau membela kedaulatan bangsa kalau waktu menerima kunjungan mahasiswa asing saja kamu tidak bisa ngomong saat diskusi. Mau pakai bambu runcing?
31. Kalau kamu berteriak “jangan mau ditindas oleh asing”, coba buktikan. Ikuti forum ASEAN atau Dunia dan buktikan di situ kamu bisa bersuara dan didengar

Wohooooo cukup menampar yaaaa… Mungkin saat nulis ini beliau tengah atau telah dihadapkan dengan mahasiswa-mahasiswa yang karakternya tertera seperti di atas. Jadi beliau berpikiran bahwa menampar mereka dengan cara masa kini yaitu melalui postingan adalah cara yang tepat. Nah, untuk mahasiswa yang kesal membaca tulisan ini berarti ‘ngana’ punya setidaknya dua poin dalam list tamparan tersebut.

Mungkin kalau saya mengucapkan kata-kata di atas akan menggunakan nada sok dan meremehkan para mahasiswa ya. Tapi tidak tau pasti, yang menulis list di atas juga seperti itu tidak. hohoho. For me, sudah cukup tertampar kok 😀

Me and My Love

My love is not someone who living in my heart. My love is my work and my job. I have much much love and loves more more and more. My love was too much, that’s way I hurted to much of that.
In this semester (7) there are lessons I learned. I learned how hard being hurt by something I loves. Destroyed and destroying, hurted and hurting, and everything was so reverse, I have been learning how hard being hurt by something I loved.
Everythings that I’ve done for them, all of them and then just gone with no trail. I ever thought that they were ………
They made judgement day for me, and then they (9 people who I reall love long time ago) judged me and thought that I was so suck. Many times I thought That I have negative thingking probably. But for this I sure 100% that they were being suck with me. I do not care actually, but they push me out than I get problem in it.
At that time I didn’t have friends who can stand up right there for me. No one, no one. OMG what I’ve done!!! how can they were changed and moved like a lion and just forget What I’ve done. They judge me that I need a sort of award, even I need being compliements. No.. No.. that was not what I want. I only need one thing. Don’t push me out, like I never doing something right. You know I am a human, I have a feeling and I have ever doing something wrong, and that’s what human do. well, I am not a God.